Kanker payudara merupakan keganasan sel-sel pada jaringan payudara. Pada umumnya kanker ini ditandai dengan munculnya benjolan atau penebalan pada jaringan kulit payudara. Di dunia, kanker Payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru (dengan standarisasi umur) tertinggi yaitu sebesar 40,3 %. Sementara persentase umur (dengan standarisasi umur) akibat kanker payudara sebesar 16,6 % (GLOBOCAN IARC 2012)
Berdasarkan data dari Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO) tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia dan 70% dideteksi sudah di tahap lanjut. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus. Padahal sekitar 43% kematian akibat kanker bisa dikalahkan manakala pasien rutin melakukan deteksi dini dan menghindari faktor risiko penyebab kanker.
Sampai saat ini penyebab pasti kanker payudara belum diketahui. Yang diketahui adalah faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kanker payudara, yaitu:
1. Merokok dan terpapar asap rokok (perokok pasif)
2. Pola makan yang buruk (tinggi lemak dan rendah serat, mengandung zat pengawet/ pewarna)
3. Haid pertama pada umur kurang dari 12 tahun
4. Menopause (berhenti haid) setelah umur 50 tahun
5. Melahirkan anak pertama setelah umur 35 tahun
6. Tidak pernah menyusui Anak
7. Pernah mengalami operasi pada payudara yang disebabkan oleh kelainan tumor jinak atau tumor ganas.
8. Di antara anggota keluarga ada yang menderita kanker payudara

Sedangkan tanda-tanda / gejala yang perlu diperhatikan mengenai kanker payudara adalah sebagai berikut :
1. Teraba benjolan di payudara dan seringkali tidak berasa nyeri
2. Terdapat perubahan tekstur kulit payudara
3. Kulit payudara mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk
4. Terdapat luka yang tidak kunjung sembuh
5. Keluar cairan dari puting
6. Terdapat cekungan ataupun tarikan di kulit payudara

Untuk melakukan deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) oleh tenaga kesehatan sambil mengajarkan cara Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang bertujuan untuk menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya. SADARI dapat dilakukan setiap bulan pada hari ke 7 sampai ke 10 yang dihitung mulai haid hari pertama atau pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause / tidak datang haid.

sumber :
1. https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-kanker-dan-kelainan-darah/page/7/apa-penyebab-kanker-payudara#:~:text=Yang%20diketahui%20adalah%20faktor%2Dfaktor,umur%20kurang%20dari%2012%20tahun
2. Booklet “Aku bisa Mengerti dan Melakukan Deteksi Dini, Kita bisa Mencegah Kanker” Kemenkes RI